Minggu, 06 Februari 2011

Neraca Saldo

0 komentar

Pada setiap akhir periode akuntansi, misalnya tiap bulan, kesamaan antara debit dan kredit perlu dibuktikan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat neraca saldo. Perlu diingatkan bahwa kesamaan debit dan kredit pada neraca saldo tidak berarti bahwa pencatatan telah dilakukan dengan benar. Misalnya, kesalahan dalam membukukan ke suatu perkiraan (seharusnya debit ke perkiraan perlengkapan tap salah dibukukan sebagai debit ke perkiraan peralatan) tidak akan mempengaruhi keseimbangan debir dan kredit, walaupun hal tersebut tetap  merupakan suatu kesalahan.  

Read More......

Sabtu, 05 Februari 2011

Pengertian Perusahaan

0 komentar

Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang yang kegiatannya adalah melakukan produksi guna memenuhi kebutuhan ekonomi manusia. Diantara kebutuhan ekonomi manusia adalah pangan, sandang, perumahan, dan kesenangan. Kegiatan produksi dilakukan dengan menggabungkan barbagai faktor produksi, yaitu, alam, manusia (sebagai tenaga kerja) dan modal.

Bentuk Badan Usaha :
Bentuk badan usaha yang utama adalah :

  • Perusahaan perorangan
  • Persekutuan (firma dan CV)
  • Perseroan terbatas
  • Koperasi
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh perseorangan. Persekutuan adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian yang dilakukan di antara mereka. Perseroan terbatas adalah badan hukum terpisah yang dibentuk berdasarkan hukum, di mana pemilikannya dibagi dalam saham-saham. Koperasi adalah kumpulan dari orang-orang untuk melakukan usaha bersama derdasarkan azas kekeluargaan. Bentuk usaha lain yang banyak terdapat di Indonesia adalah persero, perum, perusahaan negara dan perusahaan jawatan. Secara umum perusahaan-perusahaan ini disebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perbedaan utama antara bentuk-bentuk perusahaan tadi, dipandang dari sudut akuntansi, adalah dalam hal sifat pemilikan serta hak-hak dan kewajiban hukum dari masing-masing organisasi tersebut.

Read More......

Ayat Jurnal

1 komentar

Ayat jurnal..apa sih ayat jurnal itu?? Nah, kali ini saya akan bahas mengenai ayat jurnal. Gini, dalam pencattatan akuntansi setiap transaksi harus dinyatakan dalam jumlah dan nama perkiraan yang harus di debet dan di kredit. Seperti contoh yang satu ini, penyetoran modal sebesar Rp 4.000.000 oleh Ali, dapat dinyatakan sebagai:

1. Debit perkiraan Kas sebesar Rp 4.000.000
2. Kredit perkiraan Modal, Ali sebesar Rp 4.000.000
Nah, keterangan di atas dapat dinyatakan secara lebih formal, sebagai berikut:

(D) Kas                                Rp 4.000.000
(K)          Modal, Ali                                   Rp 4.000.000

Penyajian dengan cara itu disebut sebagai ayat jurnal. Kalimat "debit" dan "kredit" yang dalam ayat jurnal di atas disingkat D dan K, tetapi kadang tidak dicantumkan sebab mereka yang belajar akuntansi harus sudah mengetahui  aturan membuat ayat jurnal. Nama perkiraan dan jumlah yand di debit ditaruh si sebelah kiri, kemudian di bawah agak ke kanan dicantumkan nama perkiraan dan jumlah yang harus di kredit. Kadang-kadang notasi rupiah dihilangkan dalam ayat jurnal. Setiap ayat jurnal akan terdiri dari paling sedikit satu perkitaan yand di debit dan satu perkiraan yang di kredit. Jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit. 

Walaupun ayat jurnal dapat dicatat dengan cara sederhana seperti terlihat di atas, namun, pada umumnya terdapat fomulir khusus guna pencatatan itu. Formulir ini disebut jurnal. Dalam jurnal setiap transaksi dicatat secara kronologis. 

JURNAL UMUM

Ada bermacam-macam bentuk jurnal. di bawah ini disajikan salah sau bentuk jurnal yang disebut Jurnal Umum.

Cara mencatat transaksi dalam jurnal umum adalah sebagai berikut:
  • setiap halaman jurnal diberi nomor halaman, yang akan digunakan untuk referensi.
  • tahun dicantumkan sekali saja pada baris paling atas dari kolom "tanggal" di setiap halaman jurnal, kecuali bila dalam halaman tersebut tahunnya berubah.
  • bulan dicantumkan sekali saja pada baris pertama setelah tahun, kecuali bila dalam halaman tersebut bulannya berubah.
  • tanggal dicantumkan sekali saja untuk setiap hari tanpa memandang jumlah transaksi yang terjadi pada hari itu. Tanggal yang dicatat adalah tanggal terjadinya transaksi bukan tanggal dicatatnya transaksi dalam jurnal.
  • nama perkiraan yang di debit dicantumkan pada tepi paling kiri pada kolom "keterangan" dan jumlah yang di debit dicatat dalam kolom "debit".
  • nama perkiraan yang di kredit dicantumkan di bawah agak ke kanan dari perkiraan yand di debit. Jumlah yang di kredit dicantumkan dalam kolom "kredit".
  • penjelasan singkat dapat dicatat di bawah agak ke kanan dari setiap ayat jurnal. Kadang-kadang penjelasan ini ditiadakan, yaitu bila transaksi yang dicatat sudah jelas, atau bila penjelasan tersebut terlalu panjang atau bila penjelasan itu dapat digantikan dengan referensi pada dokumen.
  • kolom "Ref" (singkatan dari referensi) digunakan untuk mencatat nomor kode perkiraan yang di debit atau di kredit. Kolom ini diisi pada waktu dilakukan pemindah bukuan ke buku besar.
  • nomor bukti transaksi yang dijadikan dasar pencatatan dicatat dalam kolom "nomor bukti".
Di samping jurnal umum, yang dapat digunakan untuk segala macam transaksi, perusahaan mungkin menggunakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu. Nah, mangenai jurnal khusus akan saya post di pembahasan selanjutnya yaaa..

Read More......

Jumat, 04 Februari 2011

Metode Akuntansi Cash Basis dan Accrual Basis

0 komentar

Pencatatan akuntansi pada umumnya berdasarkan dua sistem yaitu basis kas dan basis akrual. Basis kas (Cash Basis) adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Basis akrual (Accrual Basis) memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadi walaupun uang belum benar-benar diterima atau dikeluarkan.

ACCRUAL BASIS
Dalam dunia akuntansi, basis akuntansi menjadi pijakan penting dalam melakukan pencatatan. Basis akuntansi menentukan asumsi-asumsi yang dipakai dalam melakukan pencatatan dan pelaporan. Dalam praktik akuntansi pemerintahan, terdapat empat macam basis akuntansi yang biasa digunakan, yaitu basis kas, basis akrual, basis kas modifikasi, dan basis akrual modifikasi.
Dalam akuntansi berbasis akrual, pendapatan diakui ketika penjualan terjadi dan pengeluaran (belanja) diakui ketika barang atau jasa diterima. Dengan kata lain, basis akrual mengakui transaksi pada saat transaksi. Sedangkan dalam basis kas, pendapatan diakui ketika uang/kas telah diterima dan pengeluaran diakui ketika telah dilakukan pembayaran kas. Selain itu, dalam basis akrual juga mengakui adanya transaksi-transaksi non-kas, seperti pengakuan beban penyusutan, penyisihan piutang tak tertagih, dan sebagainya.
Accrual Basis mendasarkan konsepnya pada dua pilar, yaitu:

  1. Pengakuan Pendapatan. Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.
  2. Pengakuan Biaya. Saat pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantasa menggunakan konsep accrual basis ini.
CASH BASIS
Dalam metode cash basis, pendapatan diakui ketika kas diterima sedangkan beban diakui pada saat kas dibayarkan, artinya perusahaan mencatat beban didalam transaksi jurnal entry ketika kas dikeluarkan atau dibayarkan dan pendapatan dicatat ketika kas masuk atau diterima. Di dalam metode kas basis, beban tidak diakui sampai uang dibayarkan walaupun beban terjadi pada bulan itu. Demikian juga dengan pendapatan, tidak diakui sampai uang diterima. Sehingga metode cash basis tidak mencerminkan besarnya uang yang ada sebenarnya.
Cash basis mendasarkan konsepnya pada dua pilar, yaitu:
  1. Pengakuan Pendapatan. Saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep kas basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam kas basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
  2. Pengakuan Biaya. Saat pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relatif kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat, dll. 

Read More......

Pemakaian Laporan Keuangan

0 komentar

Banyak pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. Pemilik dan calon pemilik perusahaan perlu mengetahui keadaan perusahaan serta prospeknya dimasa mendatang. Bagi pemilik untuk memutuskan apakah ia akan tetap mempertahankan kepemilikannya di perusahaan itu, atau menjualnya dan menanamkan modalnya di tempat lain. Bagi calon pemilik, untuk memutuskan apakah ia akan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.


Pihak juga ingin mengetahui perkembangan perusahaan, setelah pinjaman diberikan. Ia harus selalu menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjamannya untuk memutuskan pemberian tambahan pinjaman atau menarik pinjaman yang telah diberikan. Bagi calon kreditur, laporan keuangan perusahaan dapat digunakan untuk menilai risiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan untuk diberikan. Kantor pajak juga berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. Untuk memriksa kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, pihak pajak akan banyak menggunakan laporan keuangan yang disertahkan oleh perusahaan.

Pihak yang sangat tergantung dan paling banyak berhubungan dengan laporan keuangan adalah manajemen perusahaan sendiri. Bagi manajemen laporan keuangan digunakan sebagai alat pertanggungjawaban kepada pihak-pihak luar yang telah mempercayakan pengelolaan perusahaan kepadanya. Di samping itu laporan keuangan juga banyak digunakan dalam proses pengambilan keputusan

Read More......